Dari Pekanbaru sekitar 170 km ke selatan menuju Taluk Kuantan, melintasi garis khatulistiwa tepat setelah Lipat Kain. Sebelum mencapai Taluk Kuantan, jalan tersebut melintasi kawasan Logas, yang dulunya merupakan kawasan pertambangan emas. Selama Perang Dunia Kedua, Jepang mendirikan di sini sebuah kamp di mana banyak orang Belanda dipenjara dan dieksploitasi dengan memaksa mereka bekerja di tambang.

Taluk Kuantan terletak di bagian hulu (Hilir) Sungai Indragiri. Pada tahun-tahun awal, sungai ini digunakan untuk membawa emas, yang ditambang di Sumatera Barat, ke pantai timur Sumatera.

Taluk Kuantan adalah pusat dari Pacu Jalur, perlombaan perahu tradisional yang diadakan setiap tahun untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, dan menjadi festival tahunan yang Dang Merdu sangat rekomendasikan untuk di saksikan. Lebih dari 100 tim dari seluruh provinsi Riau mengikuti lomba tersebut. Setiap tim mendayung barisan mereka, sebuah perahu panjang dan ramping yang membawa 50 hingga 60 orang, di sepanjang jalur yang ditetapkan di Sungai Indragiri. Balapan dimulai pada hari Rabu di minggu ketiga atau keempat bulan Agustus. Perahu-perahu berkumpul di hulu dan saling berpacu dua demi dua. Pemenangnya membuat babak berikutnya. Final diadakan pada hari Minggu.

Pacu Jalur penuh dengan mistik dan tradisi, yang dimulai dengan memetik pohon dengan keliling 4 sampai 5 meter untuk Jalur, hingga saat Jalur diluncurkan ke air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *