Apa Itu K3LH? Pengertian, Syarat, Tujuan, Dasar Hukum

Apa Itu K3LH? Pengertian, Syarat, Tujuan, Dasar Hukum

Setiap pekerjaan yang ditunaikan oleh tenaga kerja sudah pasti bisa mengakibatkan bahaya tertentu. Oleh sebab itu, terdapat proses K3LH yang sesuaikan kebugaran dan keselamatan kerja.

Setiap karyawan berhak beroleh jaminan kebugaran dan keselamatan selama bekerja di pabrik, perusahaan, maupun instansi lainnya. Hal ini sudah diatur oleh Undang-Undang di Indonesia.

Contents

1 Pengertian K3LH
2 Sejarah K3LH
3 Ciri-Ciri K3LH
4 Dasar Hukum K3LH
5 Undang-Undang K3LH
6 Tujuan K3LH
7 Sasaran K3LH
8 Syarat-Syarat K3LH

Pengertian K3LH
K3LH adalah ketentuan mengenai kesehatan, keselamatan kerja, serta lingkungan hidup. Aturan ini mengenai dengan keselamatan pekerja ketika bekerja perusahaan maupun instansi k3lh .

Program ini bisa juga disimpulkan sebagai suatu usaha untuk menjaga tenaga kerja atau karyawan. Tujuannya sehingga karyawan selamanya didalam keadaan sehat serta selamat.

Keselamatan terhadap ketenagakerjaan sendiri tidak cuma berlaku terhadap area kerjanya saja. Program ini juga berlaku untuk menambahkan keamanan didalam proses produksi.

Secara keilmuan, K3LH merupakan ilmu ilmu dan penerapan yang mengenai dengan usaha pencegahan kecelakaan saat sedang bekerja.

K3 sendiri bisa didefinisikan sebagai bidang yang mengenai dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan. K3 berlaku setiap orang didalam bekerja di perusahaan, proyek, maupun instansi.

Secara filosofi K3LH didefinisikan sebagai analisis atau usaha untuk menjamin kekuatan dan keutuhan jasmani serta rohani seseorang ketika sedang bekerja.

Upaya selanjutnya sangat baik untuk membuahkan karya yang berkualitas.

Sejarah K3LH
Undang-Undang yang mengenai dengan bidang keselamatan kerja sudah ditetapkan sejak th. 1970. Tepatnya adalah UU No. 1 Tahun 1970 yang mulai berlaku sejak tanggal 12 Januari 1970.

Undang-Undang ini mulai dibahas sejak Belanda ada di Indonesia. Selain itu, terdapatnya problem terhadap keselamatan kerja di negara Indonesia juga jadi latar belakang UU tersebut.

Atas alasan itulah, mulai muncul kesadaran untuk menjaga modal yang ditanam untuk keperluan industri. Meski begitu, UU mengenai K3 ini baru dikenal oleh banyak orang mulai th. 2000-an.

Artinya, selama 30 th. lebih program K3 ini tidak berlangsung maksimal. Hal ini disebabkan sebab masih rendahnya kesadaran pengusaha, Depnakertrans, dan pekerja mengenai program ini.

Rendahnya kesadaran berasal dari bermacam pihak mengenai hal ini disebabkan sebab sebenarnya belum banyak insiden kecelakaan kerja yang berlangsung di Indonesia.

Ciri-Ciri K3LH
Bagi yang belum paham bagaimana beberapa ciri berasal dari ketentuan keselamatan kerja ini, Anda bisa membaca detailnya di bawah ini:

1. Memberikan Aneka Fasilitas Kerja.
Salah satu misal layanan kerja adalah seragam serta sepatu keselamatan. Fasilitas selanjutnya bisa digunakan oleh semua pekerja yang terlibat didalam proses produksi, bengkel, maupun kerja lapangan.

2. Memasang Atribut K3LH
Setiap perusahaan atau pabrik mesti menempatkan aneka atribut K3 di lingkungan kerjanya. Contohnya adalah menempatkan tulisan yang isinya berwujud peringatan.

Peringatan selanjutnya bisa berwujud sehingga karyawan selamanya paham mengenai kesehatan, keselamatan, dan kebersihan lingkungan perusahaan.

Contoh lainnya adalah security memeriksa perlengkapan para karyawan sebelum akan masuk ke area produksi.

3. Menerapkan K3LH Pada Sistem Kerja
Manajemen perusahaan mesti mengupayakan setiap karyawan cocok dengan proses kerja yang diatur didalam program K3. Caranya adalah dengan menambahkan wejangan mengenai K3.

Tujuannya sehingga para pekerja lebih paham mengenai pengertian dan pentingnya keselamatan kerja. Dengan begitu, maka pekerja bisa menerapkannya selama berada di lingkungan kerja.

4. Memisahkan Sampah Anorganik Dan Organik
Kesadaran mengenai sampah juga sangat mengenai dengan kebugaran dan keselamatan lingkungan hidup. Perusahaan hendaknya menerapkan ketentuan ketat mengenai sampah organik dan anorganik.

Contoh sampah organik adalah sampah yang berasal berasal dari tumbuhan dan kertas, saat misal sampah anorganik adalah plastik.

Dasar Hukum K3LH
Dasar hukum mengenai K3 sudah tercantum terhadap UU No. 1 Tahun 1970. Undang-Undang ini sesuaikan kebugaran serta keselamatan kerja.

Dasar hukum ini sesuaikan mengenai area kerja yang baik, entah yang berlokasi di tanah, darat, permukaan air, sampai udara. Berlaku untuk area kerja yang berada di wilayah kekuasaan RI.

Undang-Undang K3LH
Pemerintah Indonesia sudah memastikan ketentuan keselamatan kerja yang mesti ditunaikan oleh instansi, lembaga, maupun perusahaan. Aturan selanjutnya tertuang didalam UU No. 1 Tahun 1970.

Undang-Undang selanjutnya sesuaikan mengenai kewajiban pemilik kerja atau perusahaan dan semua tenaga kerja untuk laksanakan kesibukan keselamatan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *